logo Royhle

Ini Lho Kriteria Cadet Pilot yang Banyak di Cari Maskapai Penerbangan

Cadet Pilot2Melihat kesempatan kerja pilot di airline terbuka lebar, maka tak heran bila banyak orang berduyun-duyun melanjutkan pendidikan ke sekolah penerbangan. Sekolah yang dikenal dengan biaya sangat mahal bagi masyarakat kelas menengah ke bawah, tapi tidak menutup kemungkinan untuk semua kalangan mampu melanjutkan studi ke sekolah tersebut. Sebab, dari segi biaya sekolah biasanya punya tawaran khusus seperti beasiswa atau pinjaman, dengan tujuan untuk memberi kesempatan kepada calon cadet yang benar-benar ingin dan punya kemampuan untuk mewujudkan impiannya menjadi seorang pilot. Namun demikian, yang tidak kalah penting bagi pilot adalah memperoleh pekerjaan usai mengikuti pendidikan. Tahukah Anda, berikut ada tiga kriteria cadet pilot yang pada dasarnya diburu oleh airline. Informasi ini tentunya bisa Anda gunakan sebagai panduan untuk memperoleh peluang yang baik di dunia kerja bila melanjutkan studi ke sekolah penerbangan. Silakan simak uraian selengkapnya di bawah ini:

Lulusan dari sekolah yang punya reputasi bagus

Seperti di perusahaan umum baik itu BUMN, BUMD, maupun swasta, penyeleksian administrasi akan terlebih dahulu dilakukan dalam proses rekrutmen. Dalam hal ini, cadet pilot lulusan dari sekolah yang reputasinya bagus baik itu dalam maupun luar negeri sangat diutamakan oleh maskapai penerbangan. Mengapa? Hal ini dikarenakan sekolah punya citra baik terutama yang didukung oleh sarana dan prasarana lengkap sehingga kandidat yang dididik juga berkualitas dan kompeten. Untuk itu, dalam memilih sekolah perlu mengecek terlebih dahulu reputasi sekolah agar tidak terjebak ke dalam sekolah pilot yang abal-abal.

Lisensi yang dimiliki ialah MER (Multi Engine Rating)

Terdapat empat program lisensi yang pada umumnya ditawarkan oleh sekolah pilot. Semakin tinggi lisensi yang dipilih, biaya sekolah pun akan semakin besar karena hal ini berhubungan dengan pelatihan terbang pilot. Empat lisensi itu adalah PPL (Private Pilot Licence), CPL (Commercial Pilot Licence), IR (Instrument Rating), dan MER (Multi Engine Rating). Private Pilot Licence ialah lisensi atau sertifikat izin terbang pilot untuk pesawat kecil biasanya cukup mengajak keluarga jalan-jalan atau yang biasa dikenal dengan pesawat jet. Untuk pelatihan terbangnya yaitu 40 hingga 60 jam terbang saja. Sementara lisensi CPL pilot sudah diizinkan untuk membawa pesawat komersial karena syarat jam terbang sudah terpenuhi yakni dari 140 sampai 250.

Instrumen Rating, pilot pada umumnya harus menambah 20 jam supaya dapat melakukan penerbangan dengan cuaca yang gelap. Semua lisensi memiliki potensi, tapi lisensi MER dipercaya bahwa cadet sudah siap pakai karena telah mampu menerbangkan pesawat dengan mesin berganda seperti Airbus dan Boeing, sedangkan untuk lisensi lainnya pilot belum bisa dizinkan. Itulah sebabnya mengapa airline banyak yang merekrut cadet yang telah mengantongi lisensi MER agar siap bekerja. Makanya saat pilih sekolah, lisensi juga harus dipertimbangkan untuk memperoleh peluang kerja yang baik.

Potensi akademis oke

Kriteria kandidat yang juga cepat diterima bekerja ialah punya potensi akademis yang oke. Hal ini dapat dilihat dari serangkaian tes yang dilakukan. Contoh pilot yang cakap menggunakan bahasa Inggris tentunya akan memperoleh nilai tinggi dibandingkan kandidat yang punya kemampuan standar. Potensi akademis sangat membantu para pilot berkomunikasi dengan ATC (Air Traffic Control) supaya bisa melakukan penerbangan dengan aman dan nyaman serta selamat sampai tujuan. Di samping itu juga, lisensi MER bisa meningkatkan citra baik perusahaan. Untuk itulah, airline juga tidak sembarang pilih pilot. Jadi, ketika cadet masih menjalani pendidikan harus benar-benar menggali pengetahuan dengan baik supaya hasilnya juga memuaskan.

Meskipun di dunia penerbangan peluang kerja sangat menjanjikan, akan tetapi harus sesuai dengan kriteria yang diidamkan oleh maskapai penerbangan supaya dapat diterima bekerja seperti yang diharapkan. Dengan demikian, setelah lulus dari sekolah pilot punya kesempatan untuk meraih peluang kerja yang dibuka.

logo Royhle

Lulusan Sekolah Pilot Banyak yang Jadi Pengangguran, Benarkah?

PilotMelihat sebagian besar kandidat lulusan dari sekolah pilot masih ada yang menganggur padahal peluang kerja di maskapai penerbangan begitu menjanjikan, menjadi sebuah tanda tanya besar dan harus diteliti ketika akan masuk sekolah pilot. Pilot yang telah memegang ijazah sebagai lulusan dari sekolah penerbangan sama-sama memiliki kesempatan untuk meniti karir yang baik di dunia penerbangan, mulai dari second officer, first officer hingga menjadi kapten pilot. Namun nyatanya, tidak semua cadet dapat mewujudkan impian tersebut. Beberapa di antaranya justru banyak yang menganggur. Apa penyebabnya? Simak selengkapnya pada uraian berikut:

Kesehatan memburuk

Untuk bekerja di maskapai penerbangan, cadet pilot akan dites terlebih dahulu, salah satunya kesehatan untuk memastikan bahwa cadet bisa bekerja dengan baik. Dalam hal ini, penyebab gugur atau tidak diterimanya cadet pilot biasanya dikarenakan kesehatan yang sedang tidak baik. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh beberapa hal, selain memang terdeteksi telah mengkonsumsi obat terlarang juga dipicu oleh kebiasaan buruk seperti begadang sehingga kondisi badan menjadi tidak fit. Jadi, seorang pilot bisa saja tidak diterima bekerja karena kondisi kesehatan yang memburuk dan tidak memungkinkan untuk siap bekerja. Itulah sebabnya bukan pada saat akan ikut tes masuk sekolah pilot, melainkan juga masuk bekerja kesehatan tubuh harus dijaga dengan baik agar bisa melewati serangkaian tes yang dilangsungkan.

Kemampuan terbang belum memenuhi syarat

Untuk diterima bekerja di maskapai penerbangan, cadet pilot juga mesti memenuhi syarat khusus yang ditetapkan oleh maskapai penerbangan. Syarat khusus yang dimaksud ialah berupa kemampuan terbang. Para cadet yang pada umumnya belum diterima bekerja juga dapat dipicu oleh kemampuan terbang yang masih minim atau belum mencapai standar yang diinginkan oleh perusahaan. Contoh, cadet baru memiliki lisensi PPL (Private Pilot Licence), sedangkan syarat untuk diprosesnya lamaran cadet ialah lisensi CPL (Commercial Pilot Licence), IR (Instrument Rating), dan MER (Multi Engine Rating). Tentu saja kualifikasi pilot yang hanya lulusan PPL tidak akan diterima karena belum memenuhi jam terbang yang maksimal seperti CPL.

Pesaing banyak

Sama seperti halnya di perusahaan pada umumnya, cadet pilot juga memiliki banyak pesaing dalam melamar pekerjaan. Tingginya angka pesaing juga dapat membuat cadet pilot tersingkirkan dan dinyatakan gugur pada saat tes. Kemampuan pesaing dalam dunia penerbangan baik itu yang memiliki lisensi tinggi maupun sudah pernah bekerja di maskapai, tentunya akan lebih memungkinkan untuk diterima bekerja, sedangkan bagi yang baru lulus karena belum terlalu handal bisa di belakang. Dengan kata lain, persaingan ketat dalam dunia kerja dapat pula mempengaruhi peluang atau kesempatan kerja yang ada sehingga kecil kemungkinan untuk diterima apabila tidak memiliki kemampuan lebih seperti sertifikat terbang tambahan pilot. Di samping itu, pilot yang belum memperoleh pekerjaan biasanya citra sekolah tidak begitu bagus sehingga membuat team perekrutan kurang yakin dalam mrekrutnya, baik dikarenakan sekolah punya masalah pada fasilitas yang kurang lengkap maupun manajemen keuangannya buruk. Makanya, dalam memilih sekolah pilot pastikan dulu reputasi sekolah kredibilitasnya bagus agar tidak menimbulkan kekecewaan di kemudian hari.

Menganggur usai pendidikan bukan berarti tidak bisa mendapat pekerjaan seumur hidup, melainkan harus dengan usaha yang maksimal dan tidak menyerah untuk memperoleh pekerjaan yang diinginkan. Seperti halnya baru memperoleh sertifikat PPL, bisa melanjutkan sekolah untuk mengambil program CPL atau bahkan MER. Begitu pula untuk yang pengalaman masih sedikit tidak perlu pandang maskapai penerbangan untuk melamar pekerjaan, sebab kalau sudah mempunyai jam terbang tinggi bisa coba melamar ke airline top dan bukan tidak mungkin diterima jika memang sudah menjadi keberuntungan.